Industri buku tengah dihadapkan pada disrupsi. Perubahan perilaku pembeli (pembaca), perkembangan teknologi dan kondisi ekonomi (daya beli) dituding menjadi penyebabnya. Situasi yang juga dialami oleh beragam sektor industri lain.
Faktor pertama dan kedua jelas bisa kita amati dan berdampak besar pada jenis buku cetak. Masyarakat mulai beralih ke buku-buku digital. Baik yang diakses via platform legal maupun buku-buku bajakan dengan format .pdf yang banyak tersebar gratis di grup-grup WhatsApp dan Telegram.
Buku digital jadi pilihan menarik. Hemat tempat, biaya dan bisa diakses dari mana saja. Bagi yang terdistribusi legal, hasil kerjasama antara platform buku digital dengan penerbit, jelas tidak ada masalah. Ini menjadi bentuk adaptasi bagus dari pelaku industri buku atas disrupsi teknologi.

