Tuesday, September 15, 2026
Imaji News
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
No Result
View All Result
Imaji News
No Result
View All Result
Home EKONOMI-POLITIK

Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi

by Redaksi Imaji
July 20, 2026
in EKONOMI-POLITIK
Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: Wikipedia)

0
SHARES
16
VIEWS
Share on Whatsapp

Tidak banyak program pemerintah yang memunculkan diskusi publik seintens Koperasi Desa Merah Putih. Di satu sisi, program ini dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di tingkat desa. Di sisi lain, muncul kritik mengenai kesiapan infrastruktur, tata kelola, model bisnis, hingga kekhawatiran bahwa koperasi hanya akan menjadi proyek yang sulit bertahan setelah diresmikan.

Perdebatan tersebut sebenarnya mengingatkan kita pada satu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya koperasi itu? Sebelum menilai berhasil atau tidaknya sebuah program, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu hakikat koperasi sebagai badan usaha yang berbeda dengan perusahaan maupun lembaga sosial.

Menurut berbagai literatur perkoperasian, termasuk penjelasan yang dipublikasikan Forum Koperasi Indonesia (FORKA), koperasi merupakan badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh para anggotanya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan bersama melalui prinsip gotong royong, demokrasi ekonomi, dan partisipasi anggota. Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dapat bergerak di bidang konsumsi, produksi, pemasaran, jasa, maupun simpan pinjam. Sementara berdasarkan keanggotaannya dikenal koperasi desa, koperasi pegawai, koperasi sekolah, hingga koperasi produsen dan konsumen. Artinya, koperasi bukan sekadar toko atau tempat berbelanja murah, melainkan organisasi ekonomi yang hidup dari keterlibatan para anggotanya.

Dalam konteks itulah pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Berdasarkan regulasi yang diterbitkan Kementerian Koperasi, pembentukannya dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni mendirikan koperasi baru, mengembangkan koperasi yang telah ada, atau merevitalisasi koperasi yang sebelumnya tidak aktif. Model bisnisnya pun dirancang menyesuaikan potensi lokal, mulai dari penyediaan sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, logistik, gudang penyimpanan, hingga berbagai layanan ekonomi lainnya sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Namun, gagasan besar tersebut tidak luput dari kritik. Di berbagai daerah, masyarakat mempertanyakan lokasi pembangunan, kesiapan pengelola, hingga potensi tumpang tindih dengan usaha kecil maupun koperasi yang sudah lebih dahulu berdiri. Di ruang-ruang diskusi daring, sebagian warga juga menyoroti desain, aksesibilitas, dan keberlanjutan operasional koperasi setelah diresmikan. Meski komentar di media sosial tidak dapat dijadikan ukuran ilmiah, respons tersebut menunjukkan bahwa publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap program ini dan berharap koperasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol pembangunan.

BACA JUGA  BEI Bidik Lebih Banyak IPO, Strategi Baru Disiapkan untuk Gaet Emiten dan Investor

Di sisi lain, optimisme tetap memiliki dasar. Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi simpul distribusi ekonomi desa yang mampu memperpendek rantai pasok, memperkuat posisi petani, nelayan, pelaku UMKM, sekaligus membuka akses pembiayaan dan layanan dasar bagi masyarakat. Bila dikelola secara profesional, koperasi memang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal karena keuntungan usaha akan kembali kepada anggota melalui mekanisme sisa hasil usaha (SHU), bukan hanya dinikmati pemilik modal.

Pengalaman koperasi di berbagai negara juga menunjukkan bahwa keberhasilan koperasi tidak terutama ditentukan oleh besarnya anggaran atau megahnya bangunan, melainkan oleh kualitas tata kelola. Transparansi keuangan, kompetensi pengurus, partisipasi anggota, dan kemampuan membaca potensi ekonomi lokal jauh lebih menentukan dibanding sekadar jumlah koperasi yang berhasil dibentuk. Tanpa empat faktor tersebut, koperasi mudah kehilangan kepercayaan anggotanya.

Di sinilah pelajaran penting yang dapat dipetik dari polemik Koperasi Desa Merah Putih. Perdebatan yang muncul seharusnya tidak berhenti pada persoalan politik atau pembangunan fisik, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai koperasi itu sendiri. Sebab koperasi bukan milik pemerintah, bukan pula milik pengurus. Ia adalah milik anggota. Ketika anggota aktif mengawasi, bertransaksi, dan mengambil keputusan bersama, koperasi memiliki peluang besar untuk bertahan. Sebaliknya, jika hanya bergantung pada bantuan atau seremoni peresmian, koperasi akan sulit berkembang.

Pada akhirnya, masa depan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan ditentukan oleh banyaknya bangunan yang berdiri, tetapi oleh seberapa besar kepercayaan masyarakat untuk menjadikannya sebagai pusat kegiatan ekonomi bersama. Di tengah pro dan kontra, semangat gotong royong yang menjadi ruh koperasi justru menjadi ujian sesungguhnya: apakah Indonesia mampu membangun koperasi yang benar-benar tumbuh dari kebutuhan warga, dikelola secara profesional, dan memberi manfaat nyata bagi desa.

BACA JUGA  Korban Bertambah, Lima Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil
Tags: Ekonomi DesaJenis KoperasiKoperasi
SendShareTweetShare
Previous Post

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

Next Post

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

Related Posts

Rp30 Juta Hanya untuk Latihan Militer? DPR Minta Desain Pelatihan Kopdes Merah Putih Dievaluasi
EKONOMI-POLITIK

Rp30 Juta Hanya untuk Latihan Militer? DPR Minta Desain Pelatihan Kopdes Merah Putih Dievaluasi

June 29, 2026
Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu
EKONOMI-POLITIK

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

June 15, 2026
Next Post
Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

BERITA POPULER

  • Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen Prodi Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Undangan Menulis Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dan Manajemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN Nawasena Boyolali Berdayakan Perempuan Lewat Daur Ulang dan Pemanfatan SDA Melimpah.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERBARU

DAERAH

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo

September 6, 2026
PENDIDIKAN

Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying

September 1, 2026
DAERAH

Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

September 1, 2026
NASIONAL

Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu

August 31, 2026
DAERAH

Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen

August 30, 2026
ADVERTISEMENT

Portal berita imajinews.com merupakan media siber di bawah naungan Indonesia Imaji Group (SK Kemenkumham Nomor: AHU-0009010-AH.01.06 Tahun 2026). Kabar baik untuk Indonesia.

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan

Kontak Kami

imajinews@gmail.com

0851 5840 5844

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

Berita Eksklusif Terkini di Imaji News