Jakarta, imajinews.com – Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus (TB) Hasanuddin, menyoroti besarnya anggaran latihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, dari total biaya pelatihan sekitar Rp45 juta per peserta, sekitar Rp30 juta dialokasikan khusus untuk komponen latihan militer, sedangkan Rp15 juta sisanya digunakan untuk pembelajaran substansi koperasi.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran dalam menyiapkan pengelola koperasi desa.
TB Hasanuddin menilai materi pelatihan seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan kompetensi yang relevan dengan tugas calon manajer koperasi, seperti tata kelola bisnis, keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat.
“Apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 35.476 orang, ia menilai potensi efisiensi anggaran negara bisa mencapai triliunan rupiah.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap program Latsarmil yang sebelumnya juga menjadi perhatian publik setelah adanya peserta yang meninggal dunia selama pelatihan.
Di tengah upaya pemerintah membangun sumber daya manusia untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih, usulan evaluasi desain pelatihan kini menjadi perbincangan.
Publik pun menanti apakah pemerintah akan mempertahankan porsi latihan kemiliteran atau mengalihkan fokus pada penguatan kapasitas manajerial yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pengelolaan koperasi modern.





