Boyolali, imajinews.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN NAWASENA) meluncurkan serangakain program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada kelompok perempuan di Desa Watugede, Dusun Nganjir yang mengusung semangat berkelanjutan dan kemandirian ekonomi, program ini dirancang untuk memaksimalkan potensi lokal melalui pengolahn sampah daur ulang serta pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di desa setempat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Nawasena mengajak kaum ibu untuk aktif mengolah limbah anorganik, seperti plastik dan kertas, menjadi kerajinan tangan bernilai jual. Pelatihan teknik daur ulang ini bertujuan tidak hanya mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif baru yang dapat dikerjakan secara mandiri dari rumah.

Selain fokus pada pengelolaan limbah, program ini juga membekali warga dengan keterampilan mengolah hasil bumi lokal yang berlimpah. Tim KKN memberikan edukasi mengenai inovasi pengolahan pangan berbasis SDA setempat agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan sekadar menjual bahan mentah ke pasar.
Tim KKN Nawasena mengungkapkan bahwa partisipasi wanita memiliki posisi yang sangat penting dalam memperbaiki kesejahteraan keluarga. Dengan pelatihan yang terintegrasi ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan yang baru, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga mereka.
Masyarakat setempat, khususnya kelompok ibu-ibu dan pelaku UMKM lokal, menyambut baik dan antusias seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memberikan motivasi baru serta ide-ide segar dalam mengoptimalkan potensi desa yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Fokus utama dari rangkaian program ini terletak pada pembentukan karakter mandiri dan peningkatan kapasitas intelektual serta keterampilan teknis warga. Tim KKN menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola potensi lingkungan sekitar, agar masyarakat di Dusun Nganjir tidak bergantung pada pihak luar dalam mengeksekusi ide-ide kreatif tersebut.
Langkah ini diambil guna mendorong inisiatif lokal dalam memecahkan masalah lingkungan dan ekonomi secara swadaya. Dengan dibekali pengetahuan mengenai manajemen produksi yang efisien, para peserta diharapkan dapat secara mandiri mengorganisasi kelompok usaha mereka serta menentukan langkah strategis berikutnya sesuai kondisi pasar lokal.
Tim KKN Nawasena berharap ke depannya, hasil dari pelatihan daur ulang dan pengolahan SDA ini sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat Desa Watugede untuk dikembangkan lebih lanjut. Melalui fondasi keterampilan yang telah ditanamkan, warga diharapkan mampu merawat semangat keberlanjutan ini dan menciptakan peluang ekonomi baru secara mandiri di wilayah mereka.
Editor: Ichsan Hafid




