Boyolali, imajinews.com – Dalam usaha untuk mewujukan pertanian yang berkelanjutan sekaligus menangani masalah limbah kotoran hewan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) NAWASENA dari Universitas Boyolali melaksanakan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik fermentasi di Desa Watugede, Dusun Nganjir. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa (11/8/2026) di rumah Bapak Warli, yang dihadiri oleh peternak lokal dan masyarakat setempat.
Program ini dirancang untuk solusi nyata mengenai pengelolaan limbah dari peternakan yang selama ini belum dieksplorasi secara maksimal di Dusun Nganjir. Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa KKN NAWASENA tidak hanya memberikan penjelasan secara teoritis melalui penyampaian materi sosialisasi, tetapi juga mengajak warga secara langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat yang berbasis metode fermentasi.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik langsung di mana peserta diajarkan untuk mencampurkan bahan limbah kotoran hewan . kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias. Sebagai bentuk penghargaan bagi keterlibatan aktif warga, tim KKN NAWASENA juga merencanakan pembagian hadiah menarik untuk yang berani berdiskusi dan menjawab pertanyaan mengenai proses pembuatan pupuk.

Kehadiran inovasi ini disambut dengan sangat baik oleh pengurus lingkungan setempat. Ketua RW Dusun Nganjir mengungkapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN NAWASENA atas kontribusi mereka yang signifikan.
Beliau menyatakan rasa syukur karena kegiatan inovatif dalam pembuatan pupuk fermentasi ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pengetahuan baru tentang pengolahan limbah kotoran ternak menjadi produk yang bermanfaat untuk mendukung pertanian lokal.
Sejalan dengan itu, Ketua RT setempat juga mengungkapkan pendapatnya mengenai pengaruh langsung dari program pelatihan ini terhadap kebersihan tempat tinggal warga. Yang menyatakan bahwa dengan pengolahan limbah dari kotoran ternak menjadi pupuk fermentasi, kini lingkungan tempat tinggal warga lebih bersih dan bebas bau. Pengelolaan limbah yang baik dinilai efektif dalam mengurangi bau menyengat yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Melalui kerja sama yang terjalin antara mahasiswa Universitas Boyolali dan penduduk Dusun Nganjir, program KKN NAWASENA ini diharapkan dapat berlanjut secara mandiri oleh para peternak lokal. Selain mengupayakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, inovasi dalam pembuatan pupuk cair dan padat ini juga berpotensi mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk kimia serta mendukung keberlanjutan pertanian di Desa Watugede.

Editor: Ichsan Hafid




