Malang, imajinews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Kobaran api yang berlangsung sejak awal pekan terus meluas akibat kondisi kawasan yang kering dan hembusan angin kencang.
Perkembangan terbaru menunjukkan kebakaran telah berdampak pada kawasan yang cukup luas dan mendorong pengelola menutup akses wisata Gunung Bromo demi keselamatan pengunjung.
Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi pemadaman dari darat dan udara. Petugas menghadapi medan yang sulit serta angin kencang yang membuat api lebih cepat merambat.
Pemerintah juga mengerahkan dukungan teknologi pemadaman, termasuk water bombing, untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani secara langsung.
Kebakaran kali ini kembali mengingatkan pada peristiwa besar di Bromo pada September 2023. Saat itu, kebakaran di kawasan savana Bukit Teletubbies diperkirakan berdampak terhadap sekitar 500 hektare lahan.
Peristiwa tersebut diketahui dipicu penggunaan flare dalam kegiatan foto prapernikahan dan kemudian menjadi salah satu kasus kebakaran kawasan konservasi yang mendapat perhatian luas.
Ancaman kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya menyangkut hilangnya vegetasi, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat satwa dan keseimbangan ekosistem.
Karena itu, penutupan kawasan wisata menjadi langkah penting untuk mengutamakan keselamatan sekaligus memberi ruang bagi petugas melakukan pemadaman. Reuters melaporkan seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo ditutup setelah api terus berkembang di area kaldera.









