Gelombang demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI akhirnya mendapat respons langsung dari pimpinan parlemen.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Saan Mustopa menemui perwakilan massa aksi yang menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), isu kenaikan harga BBM, hingga berbagai persoalan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, DPR berjanji akan membawa seluruh aspirasi mahasiswa ke dalam pembahasan bersama komisi terkait dan pemerintah. “Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme di DPR,” ujar Dasco di hadapan massa aksi.
Selain meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mahasiswa juga mendesak pemerintah lebih transparan dalam pengelolaan anggaran negara serta mempertimbangkan kembali kebijakan yang dinilai membebani masyarakat, termasuk potensi kenaikan harga BBM.
Pimpinan DPR menyatakan akan menjadwalkan rapat bersama kementerian terkait guna menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Meski demikian, DPR belum memberikan kepastian apakah seluruh tuntutan mahasiswa akan berujung pada perubahan kebijakan, sehingga proses pengawalan publik masih menjadi faktor penting.
Aksi ini kembali menunjukkan bahwa isu kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan stabilitas ekonomi masih menjadi perhatian utama kalangan mahasiswa.
Janji DPR untuk membuka ruang dialog memang menjadi langkah awal, namun publik kini menunggu realisasi konkret, bukan sekadar komitmen di atas mobil komando.
Bagi mahasiswa, keberhasilan demonstrasi tidak diukur dari pertemuan semata, melainkan dari sejauh mana aspirasi yang disampaikan benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.









