Monday, September 14, 2026
Imaji News
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
No Result
View All Result
Imaji News
No Result
View All Result
Home KOLOM EDITORIAL

Digitalisasi Infrastruktur dan Manusia Indonesia

Investasi pendidikan Indonesia harus diarahkan pada penguatan literasi digital, kemampuan analisis data, kecakapan AI, keamanan siber, pemrograman, hingga kewirausahaan digital.

by Redaksi Imaji
June 30, 2026
in EDITORIAL, KOLOM
Digitalisasi Infrastruktur dan Manusia Indonesia
0
SHARES
32
VIEWS
Share on Whatsapp

Indonesia sedang menikmati satu fase yang patut diapresiasi dalam perjalanan transformasi digital. Infrastruktur telekomunikasi semakin meluas, transaksi digital terus meningkat, layanan publik berbasis elektronik berkembang, dan pelaku UMKM semakin akrab dengan platform digital. Berbagai indikator menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar jargon pembangunan, melainkan telah menjadi denyut baru perekonomian nasional.

Laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026 memperlihatkan bahwa hampir seluruh provinsi mengalami peningkatan daya saing digital. Bahkan, selama tujuh tahun terakhir, rata-rata skor daya saing digital daerah meningkat lebih dari 50 persen. Capaian ini tentu menjadi sinyal positif bahwa Indonesia tidak sedang berjalan di tempat dalam perlombaan ekonomi digital global.

Namun, kami memandang bahwa optimisme tersebut tidak boleh membuat pemerintah terlena. Sebab, di balik angka-angka yang menggembirakan itu tersimpan persoalan yang jauh lebih mendasar: digitalisasi Indonesia tumbuh lebih cepat daripada kesiapan manusianya.

Paradoks inilah yang menjadi pekerjaan rumah terbesar bangsa.

Digitalisasi memang berhasil memperluas akses internet, memperbanyak transaksi elektronik, meningkatkan penggunaan media sosial sebagai sarana perdagangan, hingga mendorong pemerintah daerah mengembangkan pelayanan berbasis digital. Akan tetapi, laporan yang sama menunjukkan bahwa indikator sumber daya manusia justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Artinya, investasi terhadap manusia belum bergerak secepat investasi terhadap teknologi.

Fenomena tersebut sesungguhnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Selama ini, pembangunan digital di Indonesia lebih sering dipersepsikan sebagai pembangunan infrastruktur. Tolok ukurnya adalah jumlah BTS, kecepatan internet, cakupan jaringan 4G dan 5G, maupun penetrasi pengguna internet. Semua itu memang penting. Namun, infrastruktur hanyalah jalan tol. Yang menentukan apakah jalan itu menghasilkan kemajuan adalah kualitas pengemudinya.

Dalam perspektif pembangunan, teknologi tidak pernah menjadi tujuan akhir. Teknologi hanyalah alat untuk meningkatkan produktivitas manusia. Ketika masyarakat hanya menjadi pengguna aplikasi tanpa memiliki kemampuan menciptakan inovasi, maka nilai tambah ekonomi justru dinikmati oleh pihak lain. Kita menjadi pasar yang besar, tetapi belum menjadi produsen teknologi yang kuat.

BACA JUGA  Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan ketika dunia memasuki era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat penggunaan generative AI yang tinggi. Sayangnya, kemampuan riset dan pengembangan nasional masih sangat rendah. Belanja penelitian Indonesia masih berkisar 0,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto, jauh tertinggal dibanding negara-negara yang menjadi pemimpin inovasi teknologi.

Ini menunjukkan adanya kesenjangan serius antara kemampuan mengonsumsi teknologi dan kemampuan menciptakan teknologi. Jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia hanya akan menjadi konsumen AI, bukan pemain utama dalam ekonomi digital global.

Masalah berikutnya adalah ketimpangan wilayah yang masih menganga. Pulau Jawa tetap mendominasi hampir seluruh indikator daya saing digital, terutama pada aspek sumber daya manusia, akses pembiayaan digital, dan ekosistem kewirausahaan. Sebaliknya, banyak daerah di luar Jawa masih bertumpu pada pembangunan infrastruktur dasar tanpa diikuti penguatan talenta digital maupun inovasi ekonomi.

Memang terdapat sejumlah daerah yang menunjukkan lompatan luar biasa, seperti Papua Barat Daya dan Kalimantan Timur. Namun, keberhasilan tersebut masih bersifat sporadis. Yang dibutuhkan Indonesia bukan sekadar kisah sukses beberapa provinsi, melainkan pemerataan transformasi digital secara nasional agar tidak melahirkan kesenjangan pembangunan generasi baru.

Dalam perspektif etika pembangunan, transformasi digital semestinya berlandaskan prinsip keadilan. Digitalisasi bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mengakses internet, tetapi juga siapa yang memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup melalui teknologi. Apabila kesenjangan digital terus melebar, maka teknologi justru berpotensi memperkuat ketimpangan sosial dan ekonomi yang telah lama menjadi persoalan bangsa.

Karena itu, pemerintah perlu mengubah orientasi kebijakan. Fokus pembangunan digital tidak lagi cukup hanya membangun jaringan internet atau memperluas layanan elektronik. Prioritas berikutnya adalah membangun manusia digital.

BACA JUGA  Kain yang Bicara: Mode, Makna, dan Tanggung Jawab terhadap Bumi

Investasi pendidikan harus diarahkan pada penguatan literasi digital, kemampuan analisis data, kecakapan AI, keamanan siber, pemrograman, hingga kewirausahaan digital. Perguruan tinggi perlu memperkuat riset dan inovasi, sementara dunia industri harus dilibatkan dalam penyusunan kurikulum agar lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.

Pemerintah daerah juga perlu berhenti memandang digitalisasi hanya sebagai proyek pengadaan perangkat teknologi. Keberhasilan transformasi digital justru diukur dari meningkatnya produktivitas UMKM, kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, serta lahirnya inovasi lokal yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sektor swasta memiliki tanggung jawab yang sama besar. Perusahaan teknologi hendaknya tidak sekadar memperluas pasar, tetapi juga aktif membangun ekosistem melalui pelatihan talenta digital, pendampingan UMKM, hingga investasi pada penelitian dan pengembangan. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas menjadi syarat mutlak agar transformasi digital tidak berhenti pada slogan.

Indonesia memiliki modal yang sangat besar. Jumlah penduduk produktif yang tinggi, penetrasi internet yang terus meningkat, pasar digital terbesar di Asia Tenggara, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil merupakan fondasi yang sangat menjanjikan. Namun, semua potensi tersebut hanya akan menghasilkan dividen digital apabila kualitas manusianya tumbuh seiring dengan perkembangan teknologinya.

Digitalisasi sejatinya bukan perlombaan membangun kabel, menara, atau pusat data. Digitalisasi adalah perlombaan membangun kapasitas manusia untuk berpikir lebih kreatif, bekerja lebih produktif, dan berinovasi lebih cepat.

Indonesia telah berhasil mempercepat pembangunan teknologi. Kini saatnya mempercepat pembangunan manusianya. Sebab pada akhirnya, masa depan ekonomi digital bukan ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, melainkan oleh seberapa siap manusia memanfaatkannya untuk menciptakan kemajuan bersama.

SendShareTweetShare
Previous Post

Rp30 Juta Hanya untuk Latihan Militer? DPR Minta Desain Pelatihan Kopdes Merah Putih Dievaluasi

Next Post

Artjog, Seni Kontemporer, dan Jarak dengan Publik

Related Posts

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo
DAERAH

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo

September 6, 2026
Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying
PENDIDIKAN

Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying

September 1, 2026
Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI
DAERAH

Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

September 1, 2026
Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu
NASIONAL

Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu

August 31, 2026
Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen
DAERAH

Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen

August 30, 2026
Profesor Yusuf Zenal Abidin Terbitkan Buku Sosiologi Islam
PENDIDIKAN

Profesor Yusuf Zenal Abidin Terbitkan Buku Sosiologi Islam

August 23, 2026
Next Post
Artjog, Seni Kontemporer, dan Jarak dengan Publik

Artjog, Seni Kontemporer, dan Jarak dengan Publik

BERITA POPULER

  • Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen Prodi Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Undangan Menulis Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dan Manajemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN Nawasena Boyolali Berdayakan Perempuan Lewat Daur Ulang dan Pemanfatan SDA Melimpah.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERBARU

DAERAH

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo

September 6, 2026
PENDIDIKAN

Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying

September 1, 2026
DAERAH

Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

September 1, 2026
NASIONAL

Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu

August 31, 2026
DAERAH

Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen

August 30, 2026
ADVERTISEMENT

Portal berita imajinews.com merupakan media siber di bawah naungan Indonesia Imaji Group (SK Kemenkumham Nomor: AHU-0009010-AH.01.06 Tahun 2026). Kabar baik untuk Indonesia.

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan

Kontak Kami

imajinews@gmail.com

0851 5840 5844

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

Berita Eksklusif Terkini di Imaji News