Wednesday, September 16, 2026
Imaji News
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
No Result
View All Result
Imaji News
No Result
View All Result
Home KOLOM

Bank Syariah vs Bank Konvensional di Masa Covid-19

Temuan riset mengenai ujian efisiensi dan kualitas pembiayaan

by Redaksi Imaji
June 19, 2026
in KOLOM, OPINI
Bank Syariah vs Bank Konvensional di Masa Covid-19
0
SHARES
5
VIEWS
Share on Whatsapp

Penulis: Galih Ramadhan Febrianto, S.E., M.E.*

Pandemi Covid-19 menjadi guncangan besar bagi sektor perbankan. Saat aktivitas ekonomi melambat, bank menghadapi kombinasi tekanan: permintaan kredit/pembiayaan melemah, risiko gagal bayar meningkat, dan bank harus menjaga likuiditas sembari menyesuaikan biaya operasional.

Dalam konteks ini, perbandingan antara bank konvensional dan bank syariah menarik untuk dilihat, ukan untuk mencari pemenang tunggal, melainkan memahami karakter ketahanan masing-masing model bisnis.

Efisiensi operasional sering dibaca melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Menjelang pandemi, bank konvensional dalam sampel menunjukkan BOPO yang relatif lebih rendah dibanding bank syariah, menandakan proses operasional yang lebih efisien pada kondisi normal.

Namun, pada awal pandemi (kuartal I 2020), BOPO bank konvensional melonjak, mencerminkan tekanan mendadak pada pendapatan dan meningkatnya biaya penanganan risiko. Sebaliknya, BOPO bank syariah cenderung stabil di level yang lebih tinggi, mengindikasikan ketahanan terhadap gejolak jangka pendek meski ruang perbaikan efisiensi struktural masih besar.

Gambar 1. Ilustrasi tren BOPO pra & saat pandemi untuk bank konvensional dan bank syariah (berdasarkan angka yang dipaparkan dalam naskah dan ringkasan publikasi otoritas).

Kualitas kredit/pembiayaan: lonjakan risiko lebih terasa pada bank konvensional

Kualitas portofolio kredit/pembiayaan tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) atau pembiayaan bermasalah (NPF). Sebelum pandemi, bank konvensional dalam sampel mencatat rasio yang sangat rendah. Bank syariah memulai periode pengamatan dengan rasio yang lebih tinggi, tetapi menunjukkan tren perbaikan menuju sebelum pandemi.

Saat Covid-19 merebak, rasio bermasalah bank konvensional naik, terutama pada pertengahan 2020, menggambarkan tekanan pada debitur dan peningkatan restrukturisasi. Di sisi lain, bank syariah relatif lebih stabil, dengan perubahan yang lebih kecil dan perbaikan kembali menjelang akhir 2020.

Stabilitas ini kerap dikaitkan dengan karakter pembiayaan berbasis aset dan fleksibilitas mekanisme restrukturisasi sesuai prinsip syariah.

Gambar 2. Ilustrasi tren NPL/NPF pra & saat pandemi untuk bank konvensional dan bank syariah (berdasarkan angka yang dipaparkan dalam naskah dan ringkasan publikasi otoritas).

Melihat lebih dalam: Efisiensi biaya dengan Stochastic Frontier Analysis

Di luar rasio-rasio sederhana, pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) digunakan untuk mengukur efisiensi biaya dengan memisahkan komponen ‘gangguan acak’ (misalnya shock makro) dari komponen inefisiensi manajerial.

BACA JUGA  Strategi Blue Ocean: Mengubah Persaingan Menjadi Inovasi Tak Tertandingi

Dalam ringkasan hasil pengukuran, skor cost efficiency (CE) berada pada kisaran tinggi dengan rata-rata sekitar 0,95. Namun, terdapat penurunan pada periode pandemi dibanding pra-pandemi (rata-rata CE pra-pandemi ≈ 0,959 turun menjadi ≈ 0,932 saat pandemi), yang sejalan dengan narasi bahwa pandemi menekan fungsi intermediasi dan meningkatkan biaya risiko.

Temuan pentingnya: dampak pandemi tidak selalu muncul sebagai ‘efek tunggal’ yang seragam, melainkan menguat melalui jalur fundamental bank,khususnya kualitas aset (NPL/NPF), profitabilitas (ROA), permodalan (CAR), serta indikator likuiditas/penyaluran dana (LDR/FDR).

Artinya, ketahanan bank konvensional maupun bank syariah selama krisis lebih banyak ditentukan oleh seberapa kuat fondasi neraca dan manajemen risikonya ketika shock terjadi, dibanding sekadar perbedaan label model bisnis.

*****

* Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Malang

SendShareTweetShare
Previous Post

Digital Business Expo Jadi Ajang Pamer Produk Mahasiswa Politeknik Akbara

Next Post

Berlatih Digital Marketing Sederhana Bersama Pelaku UMKM Banjarsari, Surakarta

Related Posts

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo
DAERAH

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo

September 6, 2026
Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying
PENDIDIKAN

Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying

September 1, 2026
Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI
DAERAH

Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

September 1, 2026
Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu
NASIONAL

Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu

August 31, 2026
Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen
DAERAH

Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen

August 30, 2026
Profesor Yusuf Zenal Abidin Terbitkan Buku Sosiologi Islam
PENDIDIKAN

Profesor Yusuf Zenal Abidin Terbitkan Buku Sosiologi Islam

August 23, 2026
Next Post
Berlatih Digital Marketing Sederhana Bersama Pelaku UMKM Banjarsari, Surakarta

Berlatih Digital Marketing Sederhana Bersama Pelaku UMKM Banjarsari, Surakarta

BERITA POPULER

  • Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen Prodi Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Undangan Menulis Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dan Manajemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN Nawasena Boyolali Berdayakan Perempuan Lewat Daur Ulang dan Pemanfatan SDA Melimpah.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERBARU

DAERAH

Festival Payung Indonesia 2026 Meriahkan Taman Balekambang Solo

September 6, 2026
PENDIDIKAN

Dosen UII Terbitkan Buku Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Bullying

September 1, 2026
DAERAH

Mahasiswa Baru Politeknik Akbara Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

September 1, 2026
NASIONAL

Perkuat Kolaborasi Nasional, FEB Unisri Gandeng Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu

August 31, 2026
DAERAH

Tingkatkan Minat Baca Warga, KKN Unisri Resmikan Perpustakaan Dari Cerdas di Sragen

August 30, 2026
ADVERTISEMENT

Portal berita imajinews.com merupakan media siber di bawah naungan Indonesia Imaji Group (SK Kemenkumham Nomor: AHU-0009010-AH.01.06 Tahun 2026). Kabar baik untuk Indonesia.

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan

Kontak Kami

imajinews@gmail.com

0851 5840 5844

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

Berita Eksklusif Terkini di Imaji News