Surakarta – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah dakwah secara fundamental. Dari mimbar-mimbar masjid, penyebaran pesan keagamaan kini beralih ke berbagai platform media sosial yang menjangkau jutaan pengguna dalam hitungan detik.
Di tengah derasnya arus informasi tersebut, hadir buku Retorika Dakwah Kontemporer: Paradigma, Teori, dan Praktik Public Speaking di Era Digital, sebuah karya yang menawarkan panduan komprehensif bagi para pendakwah, akademisi, maupun mahasiswa untuk membangun komunikasi dakwah yang efektif, berintegritas, dan relevan dengan tantangan zaman.
Buku ini ditulis oleh Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I. bersama Fina Badriyah, M.Pd., serta dieditori oleh Amrullah Ali Moebin, S.Pd.I., M.I.Kom. Diterbitkan oleh CV Indonesia Imaji, buku ini ber-ISBN 978-623-8067-90-9 . Kehadirannya menjadi jawaban atas kebutuhan literatur komunikasi dakwah yang tidak hanya mengulas teori klasik, tetapi juga mengakomodasi dinamika ruang digital yang berkembang sangat cepat.
Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah dikenal sebagai akademisi di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi KPI dan aktif dalam pengembangan keilmuan komunikasi dakwah, termasuk dipercaya sebagai Ketua DPD ASKOPIS Jawa Timur periode 2024–2027. Sejumlah karya ilmiahnya banyak membahas komunikasi dakwah, pemanfaatan media digital, hingga moderasi beragama, di antaranya penelitian mengenai pemanfaatan Instagram sebagai media dakwah serta optimalisasi ruang siber dalam penyebaran informasi publik.
Sementara itu, Fina Badriyah, M.Pd., turut memperkuat buku ini melalui perspektif pendidikan dan praktik komunikasi yang aplikatif. Kolaborasi keduanya menghadirkan pembahasan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, praktisi dakwah, pendidik, hingga konten kreator keagamaan yang aktif di media sosial.
Melalui tiga bagian utama, buku ini mengupas paradigma dakwah kontemporer, landasan teoritis retorika dan public speaking, serta tantangan etika dakwah di era digital. Pembaca diajak memahami bagaimana retorika Qur’ani dan Nabawi dapat dipadukan dengan teori komunikasi modern, psikologi audiens lintas generasi, hingga strategi menyampaikan pesan yang persuasif tanpa kehilangan substansi ajaran Islam.

Yang menarik, buku ini tidak menghindari berbagai persoalan aktual yang dihadapi para dai di ruang digital. Isu seperti maraknya hoaks berkedok ceramah, fenomena dai viral, polarisasi masyarakat, pengelolaan komentar negatif atau haters, hingga krisis komunikasi di media sosial dibahas secara sistematis. Penulis juga menekankan pentingnya membangun otoritas dakwah melalui integritas, kualitas pesan, dan etika komunikasi, bukan semata-mata popularitas di platform digital.
Di tengah lahirnya generasi Milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha sebagai audiens utama dakwah, buku ini menawarkan pendekatan yang kontekstual sekaligus membumi. Kehadirannya menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik sekaligus menyampaikan nilai-nilai keislaman secara bijaksana, ilmiah, dan relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi.
Melalui penerbitan buku ini, Indonesia Imaji kembali menghadirkan karya akademik yang responsif terhadap isu-isu kontemporer. Retorika Dakwah Kontemporer diharapkan menjadi rujukan baru dalam pengembangan ilmu komunikasi dakwah di Indonesia, sekaligus menginspirasi lahirnya para komunikator publik yang mampu menyebarkan pesan kebaikan secara cerdas, santun, dan berintegritas di tengah lanskap digital yang terus berubah.


