imajinews.com – Pelatih dari TNI menerapkan sistem reward and punishment dalam pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Peserta yang melanggar aturan, seperti terlambat mengikuti apel pagi atau tidak mengikuti makan bersama, akan dikenai hukuman fisik ringan sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP Brigif 1 Marinir, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, menegaskan bahwa hukuman yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta dan tidak disamakan dengan standar prajurit TNI.
“Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali,” ujarnya.
Selain sanksi, peserta yang menunjukkan prestasi selama pelatihan juga akan memperoleh penghargaan untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar.
Kebijakan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Latsarmil, menyusul meninggalnya sejumlah peserta dalam program tersebut.
TNI menegaskan pelatihan tetap berlangsung dengan aman, sementara peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis tidak dilibatkan dalam latihan fisik dan mendapatkan penanganan khusus.









