Surakarta – Suasana hari pertama masuk sekolah di berbagai daerah di Indonesia diwarnai pemandangan yang berbeda.
Banyak ayah tampak hadir mengantar putra-putrinya memasuki gerbang sekolah, menyambut dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.
Momen ini sejalan dengan ajakan pemerintah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah yang mendorong keterlibatan lebih besar seorang ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.
Di sejumlah sekolah, kehadiran ayah menjadi pengalaman baru yang meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak yang memulai babak baru dalam pendidikan mereka.
Tak sedikit orang tua yang rela datang lebih pagi demi memberikan semangat sebelum anak memasuki kelas.
Bagi banyak keluarga, langkah sederhana mengantar anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk dukungan emosional yang dapat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri.
“Kehadiran ayah bukan hanya sekadar mengantar, tetapi menjadi bentuk nyata keterlibatan dalam tumbuh kembang anak,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam gerakan tersebut.
Di tengah kesibukan pekerjaan, momen singkat di hari pertama sekolah mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dimulai dari rumah.
Kehadiran ayah dalam langkah-langkah kecil seperti mengantar anak ke sekolah dinilai mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus membangun karakter anak sejak dini.
Sebuah perjalanan baru pun dimulai, bukan hanya bagi siswa yang mengenakan seragam baru, tetapi juga bagi para orang tua yang memilih hadir mendampingi mereka di awal perjalanan itu.









