Friday, July 31, 2026
Imaji News
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
No Result
View All Result
Imaji News
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Ekonomi Sirkuler, Sebuah Konsep Alternatif

by Redaksi Imaji
June 19, 2026
in GAYA HIDUP
Ekonomi Sirkuler, Sebuah Konsep Alternatif
0
SHARES
14
VIEWS
Share on Whatsapp

Permasalahan lingkungan hidup, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran air, udara, dan tanah, penipisan sumber daya, dan penggunaan lahan yang berlebihan semakin membahayakan sistem pendukung kehidupan bumi.

Kemudian isu-isu seperti tingginya pengangguran, kondisi kerja yang buruk, kerentanan sosial, jebakan kemiskinan, kesetaraan antar dan intragenerasi, dan kesenjangan yang semakin besar terus muncul di berbagai negara. Untuk mengatasi permasalahan ini dan isu-isu keberlanjutan lainnya, konsep Ekonomi Sirkular (Circular Economy) menjadi agenda penting bagi para pembuat kebijakan (Geissdoerfer et al., 2017).

Pengertian dari ekonomi sirkuler menurut Keraf (2022; 28) adalah sebuah model dan pola produksi dalam sistem ekonomi, bisnis dan industri yang bersifat sirkuler, dengan dirancang sejak awal sedemikian rupa secara sadar dengan niat untuk mencegah, memulihkan, dan meniadakan dampak lingkungan dari seluruh proses produksi. Sasarannya adalah penghematan sumber daya alam sebagai bahan baku, zero waste, dan penggunaan energi bersih terbaru, serta teknologi yang ramah lingkungan.

Sedangkan Geissdoerfer et al., (2017) memberikan definisi Ekonomi Sirkular sebagai sistem regeneratif yang meminimalkan input sumber daya dan limbah, emisi, dan kebocoran energi dengan memperlambat, menutup, dan mempersempit putaran material dan energi. Hal ini dapat dicapai melalui desain jangka panjang, pemeliharaan, perbaikan, penggunaan kembali, manufaktur ulang, perbaikan, dan daur ulang.

Baca Juga: Buku Referensi Membangun Bisnis Sosial

Definisi paling terkenal telah dirumuskan oleh Ellen MacArthur Foundation, yang memperkenalkan Ekonomi Sirkular sebagai “Sebuah ekonomi industri yang bersifat restoratif atau regeneratif berdasarkan niat dan desain” (MacArthur, 2013).

European Commission (2014) menggarisbawahi bahwa ekonomi sirkular memiliki dua konsep:

  1. Cradle to cradle, mengandung prinsip sebagai berikut:
  2. Desain produk untuk daya tahan, pembongkaran dan perbaikan. Gagasan utama di balik prinsip ini adalah bahwa bisnis harus menerapkan desain ramah lingkungan dan sumber daya terbarukan pada semua produknya;
  3. Bentuk konsumsi sirkular dan regeneratif modern. Arti dari prinsip ini adalah mengubah model konsumsi dari pembeli ke pengguna.
  4. Simbiosis industri, yang menekankan pentingnya kerja sama antar aktor yang berbeda, bahkan pihak yang tidak berkeinginan untuk bekerja sama. Kerja sama harus dilakukan dalam rantai nilai dan siklus produk yang integral. Gagasan yang sama mengenai ekonomi sirkular menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai aktor di seluruh rantai nilai produk. (Bicket et al., 2014)
BACA JUGA  Stroberi, Si Merah Manis Penjaga Jantung dan Daya Tahan Tubuh

Sementara itu, Mentink (2014) menganalisis dalam penelitiannya konsep ekonomi sirkular dari berbagai penulis dan aliran, merangkum istilah-istilah utama ekonomi sirkular yang dapat dikaitkan dengan aliran konsep lain, yaitu:

  1. Permakultur (Mollison & Holmgren, 1978): Keanekaragaman, stabilitas dan ketangguhan
  2. Ekonomi Kinerja (W. R. Stahel & Reday-Mulvey, 1981): Layanan fungsional berbasis kinerja (dari kepemilikan hingga penggunaan); Sistem layanan produk
  3. Ekologi Industri (Frosch & Gallopoulos, 1989): Perspektif sistem, berpikir dalam sistem; Meminimalkan penggunaan energi, konsumsi bahan-bahan yang langka, dan dampak lingkungan termasuk timbulnya limbah; Simbiosis Industri; Penilaian siklus hidup dan analisis aliran material (LCA dan MFA)
  4. Desain regeneratif (Lyle, 1996): Regenerasi, proses regeneratif (proses yang memperbaharui sumber energi dan materialnya
  5. Biomimikri (Benyus, 1997): Alam sebagai model (meniru, belajar); Alam sebagai ukuran (norma); Alam sebagai mentor (menghargai)
  6. Cradle to Cradle (McDonough & Braungart, 2005): Sampah sama dengan makanan; Rayakan keberagaman; Gunakan pendapatan tenaga surya saat ini; Membedakan bio- dan technocycle; Efektivitas lingkungan dibandingkan efisiensi lingkungan.’

Ekonomi sirkular (juga disebut sebagai “sirkularitas”) pada dasarnya adalah sistem ekonomi yang bertujuan menghilangkan pemborosan dan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Sistem sirkular menerapkan penggunaan kembali, pembagian, perbaikan, perbaikan, produksi ulang, dan daur ulang untuk menciptakan sistem loop tertutup, meminimalkan penggunaan masukan sumber daya dan penciptaan limbah, polusi, dan emisi karbon.

Ekonomi sirkular bertujuan agar produk, peralatan, dan infrastruktur dapat digunakan lebih lama, sehingga meningkatkan produktivitas sumber daya tersebut. Bahan limbah dan energi harus menjadi masukan (input) untuk proses lain: baik sebagai komponen atau sumber daya yang diperoleh kembali untuk proses industri lain atau sebagai sumber daya regeneratif bagi alam (misalnya kompos).

Pendekatan regeneratif ini berbeda dengan ekonomi linier tradisional, yang mempunyai model produksi “ambil, buat, buang”.

BACA JUGA  Apa yang Membuat Pekerjaan Menjadi Bermakna?
Gambar: Ilustrasi Circular Economy

Beberapa karakteristik dari ekonomi sirkuler diidentifikasi pada tabel berikut ini:

No Identifikasi Keterangan
1 Asal Istilah Aliran pemikiran yang berbeda-beda seperti cradle-to-cradle, penerapan peraturan oleh pemerintah, lobi yang dilakukan oleh LSM, penyertaan dalam agenda politik, misalnya European Horizon 2020
2 Tujuan (Goals) Loop tertutup, idealnya menghilangkan semua input sumber daya dan kebocoran keluar dari sistem ekonomi.
3 Motivasi utama Penggunaan sumber daya, limbah, kebocoran yang lebih baik (dari linier ke sirkuler/melingkar)
4 Prioritas Sistem Sistem perekonomian (hierarki)
5 Siapa yang diuntungkan? Pelaku ekonomi adalah inti dari ekonomi sirkuler ini, dengan memberikan manfaat bagi perekonomian dan lingkungan. Masyarakat mendapat manfaat dari perbaikan lingkungan serta tambahan dan asumsi tertentu, seperti lebih banyak tenaga kerja manual atau perpajakan yang lebih adil
6 Bagaimana dilembagakan Menekankan manfaat ekonomi dan lingkungan
7 Agensi (Siapa berpengaruh?) Pemerintah, perusahaan, Non-Governmental Organization (NGO)

Sumber: (Geissdoerfer et al., 2017)

Inti dari model ekonomi sirkuler ini ada pada rancangan ekologis (ecological design) terhadap bahan baku, produk, sistem produksi, teknologi, model distribusi, penanganan sampah, dan model bisnisnya. Artinya, proses, pola, dan model bisnis bukan sekadar asal produksi demi memenuhi kebutuhan atau malah sekadar keinginan, apa lagi keinginan yang diciptakan oleh promosi bisnis. Bukan juga sekadar untuk meraup keuntungan sebesar mungkin dan selanjutnya mengakumulasi modal dari keuntungan tadi untuk memperbesar bisnis yang terus mengeruk sumber daya alam yang diperlakukan sebagai barang gratis sambil membuang limbah tanpa peduli akan dampaknya terhadap keselamatan ekosistem alam (Keraf, 2022).

Model ekonomi sirkuler justru sebaliknya dengan sadar merancang proses, pola, dan model produksi dan model bisnis sedemikian rupa sejak awal untuk menyelamatkan ekosistem alam, baik dalam hal penggunaan sumber daya alam sebagai bahan baku, pemilihan lokasi pabrik, penggunaan energi terbarukan, dan penggunaan teknologi proses produksi demi meniadakan sisa proses produksi dan bisnis sebagai sampah yang terbuang percuma.

BACA JUGA  Ragam Kebiasaan Sederhana yang Efektif Meredakan Kecemasan

Beberapa indikator dari dilaksanakannya model ekonomi sirkuler menurut Moraga et al., (2019) adalah sebagai berikut:

  1. Swasembada bahan baku
  2. Pengadaan publik yang ramah lingkungan
  3. Sampah makanan
  4. Tingkat daur ulang (Recycling rates)

Pola produksi dan bisnis dalam ekonomi sirkuler harus dirancang ulang secara ekologis sejak awal untuk mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan kepentingan lingkungan hidup dan sosial budaya, yaitu mengejar pertumbuhan ekonomi sama pentingnya dan terintegrasi dengan kebutuhan ekosistem dan kelestarian sosial budaya. Dengan rancangan ekologis ini, pola produksi dan bisnis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tadi tidak berbentuk linear: cradle to grave, keruk, buat, dan buang sebagai sampah, melainkan berbentuk siklis atau sirkuler: cradle to cradle: ambil, buat daur ulang (take, moke recycle). Atau dalam istilah Lacy dan Rutqvist, sampah menjadi berkah (waste to wealth). (Keraf, 2022; 45)

Gambar: Diagram Kupu-Kupu Ekonomi Sirkuler

Organisasi Ellen MacArthur Foundation mencoba menangkap esensi ekonomi sirkular dalam diagram di atas, yang sering disebut dengan ‘diagram kupu-kupu’. Diagram ini mencoba menangkap aliran bahan, nutrisi, komponen, dan produk, sekaligus menambahkan elemen nilai finansial. Konsep ini dibangun berdasarkan dua siklus material Cradle to Cradle.

SendShareTweetShare
Previous Post

Kelas Menengah dan Mimpi Indonesia Emas 2045

Next Post

Digital Business Expo Jadi Ajang Pamer Produk Mahasiswa Politeknik Akbara

Related Posts

Dosen Ilmu Komunikasi Terbitkan Buku Hukum Media Massa, Kupas Kebebasan Pers hingga Tantangan AI di Era Digital
PENDIDIKAN

Dosen Ilmu Komunikasi Terbitkan Buku Hukum Media Massa, Kupas Kebebasan Pers hingga Tantangan AI di Era Digital

July 28, 2026
Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital
EKONOMI-POLITIK

Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital

July 24, 2026
Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha
EKONOMI-POLITIK

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

July 24, 2026
Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi
EKONOMI-POLITIK

Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi

July 20, 2026
Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital
PENDIDIKAN

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

July 20, 2026
Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan
TEKNOLOGI

Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

July 20, 2026
Next Post
Digital Business Expo Jadi Ajang Pamer Produk Mahasiswa Politeknik Akbara

Digital Business Expo Jadi Ajang Pamer Produk Mahasiswa Politeknik Akbara

BERITA POPULER

  • Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen Prodi Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Undangan Menulis Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dan Manajemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi Karang Taruna Desa Beji; Beji Cup Series IV resmi digelar!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERBARU

PENDIDIKAN

Dosen Ilmu Komunikasi Terbitkan Buku Hukum Media Massa, Kupas Kebebasan Pers hingga Tantangan AI di Era Digital

July 28, 2026
EKONOMI-POLITIK

Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital

July 24, 2026
EKONOMI-POLITIK

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

July 24, 2026
EKONOMI-POLITIK

Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi

July 20, 2026
PENDIDIKAN

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

July 20, 2026

Portal berita imajinews.com merupakan media siber di bawah naungan Indonesia Imaji Group (SK Kemenkumham Nomor: AHU-0009010-AH.01.06 Tahun 2026). Kabar baik untuk Indonesia.

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan

Kontak Kami

imajinews@gmail.com

0851 5840 5844

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

Berita Eksklusif Terkini di Imaji News