Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, pendidikan karakter menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Generasi muda memiliki akses informasi yang luas, tetapi pada saat yang sama berhadapan dengan perubahan nilai, budaya populer, dan berbagai persoalan moral.
Di tengah kondisi tersebut, empat akademisi UIN Surakarta menghadirkan buku Piwulang Luhur: Pendidikan Karakter Islam dalam Sastra Klasik Jawa, yang mencoba menggali kembali nilai-nilai pendidikan dari khazanah sastra Jawa klasik. Buku ini diterbitkan oleh CV Indonesia Imaji dengan ISBN 978-623-8067-81-7.
Buku karya Hakiman, M. Nur Kholis Al Amin, Aji Ari Wibowo, dan Muhammad Habib Hidayatullah tersebut menjadikan Serat Wulangreh dan Serat Wedhatama sebagai pintu masuk untuk membaca kembali nilai-nilai luhur masyarakat Jawa.

Kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, religiusitas, dan pembentukan budi pekerti tidak ditempatkan sebagai konsep yang sepenuhnya baru, melainkan sebagai nilai yang telah lama hidup dalam warisan intelektual dan kebudayaan masyarakat Jawa.
Penulis kemudian mempertemukannya dengan perspektif pendidikan Islam sehingga melahirkan pembacaan yang lebih kontekstual.
Salah satu penulis, Dr. Hakiman, M.Pd., merupakan dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta dan saat ini tercatat sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Profesi Guru. Ia aktif dalam kajian pendidikan Islam, pendidikan karakter, pendidikan inklusif, serta isu pendidikan yang berkaitan dengan nilai moral dan spiritual.
Dalam publikasi akademiknya, Hakiman antara lain terlibat dalam penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dalam Serat Wedhatama bersama Aji Ari Wibowo. Kajian tersebut menjadi salah satu karya yang memperlihatkan konsistensinya menghubungkan khazanah budaya Jawa dengan pendidikan karakter.
Sementara itu, M. Nur Kholis Al Amin, M.H.I. juga berkiprah di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam struktur Fakultas Ilmu Tarbiyah, ia tercatat sebagai Sekretaris Jurusan Pendidikan Islam.
Karya akademiknya antara lain turut membahas nilai-nilai pendidikan karakter dalam karya sastra populer, termasuk kajian mengenai nilai pendidikan karakter dalam novel Buya Hamka.
Sementara Aji Ari Wibowo aktif dalam kajian bahasa, budaya, dan pendidikan; salah satu publikasinya bersama Hakiman secara khusus membedah nilai-nilai pendidikan karakter dalam Serat Wedhatama.
Kekuatan buku ini terletak pada upayanya mempertemukan dua sumber nilai yang selama ini kerap dibahas secara terpisah: kearifan budaya Jawa dan pendidikan Islam.
Penulis tidak sekadar mengutip ajaran yang terdapat dalam karya sastra klasik, tetapi berusaha menjelaskan makna nilai tersebut serta relevansinya dengan persoalan pendidikan karakter saat ini.
Pendekatan demikian membuat Piwulang Luhur tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga menawarkan cara untuk menjadikan warisan budaya sebagai sumber pembelajaran bagi generasi masa kini.
Menariknya, pembahasan dalam buku ini dibuat cukup komunikatif. Teks-teks sastra Jawa klasik dilengkapi dengan terjemahan, analisis nilai pada setiap bait, serta refleksi kontekstual sehingga pembaca yang tidak memiliki latar belakang sastra Jawa sekalipun dapat mengikuti pembahasannya.
Model penyajian tersebut menjadi nilai tambah karena pembaca tidak hanya diajak mengenal isi Wulangreh dan Wedhatama, tetapi juga memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya dan bagaimana pesan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini juga memiliki relevansi yang luas di dunia pendidikan. Bagi mahasiswa dan akademisi, Piwulang Luhur dapat menjadi referensi untuk mengembangkan kajian pendidikan karakter, pendidikan Islam, maupun sastra dan budaya Jawa.

Bagi guru, orang tua, dan praktisi pendidikan, buku ini menawarkan alternatif pendekatan untuk menanamkan karakter melalui sumber budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan karakter tidak harus selalu mengambil contoh dari konsep-konsep baru, tetapi dapat dimulai dengan mengenali kembali nilai yang telah diwariskan oleh leluhur.
Melalui Piwulang Luhur: Pendidikan Karakter Islam dalam Sastra Klasik Jawa, CV Indonesia Imaji menghadirkan sebuah buku yang berusaha menjembatani tradisi dan kebutuhan pendidikan masa kini.
Di tengah kekhawatiran terhadap pergeseran nilai di era digital, karya ini mengingatkan bahwa kemajuan tidak harus berarti meninggalkan akar budaya.
Justru dengan membaca kembali warisan seperti Serat Wulangreh dan Serat Wedhatama, generasi masa kini dapat menemukan sumber nilai untuk membangun karakter yang berintegritas, religius, dan tetap relevan menghadapi perubahan zaman.









