Friday, July 31, 2026
Imaji News
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO
No Result
View All Result
Imaji News
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Upaya Penerbit Indonesia Imaji Memberi Ruang bagi Para Penulis Indonesia

by Redaksi Imaji
July 15, 2026
in PENDIDIKAN
Upaya Penerbit Indonesia Imaji Memberi Ruang bagi Para Penulis Indonesia
0
SHARES
12
VIEWS
Share on Whatsapp

Surakarta – Ada satu momen yang barangkali jarang disadari orang: setiap kali kita menutup sebuah buku dan merasa “ah, ini bagus juga,” ada rantai panjang di belakangnya, penulis yang berjibaku dengan naskah, editor yang menyisir tiap koma, hingga penerbit yang berani mempertaruhkan modal untuk karya yang belum tentu laku.

Salah satu penerbit yang diam-diam ikut menghidupkan rantai itu di Indonesia adalah CV Indonesia Imaji, sebuah rumah penerbitan yang bermarkas di Jalan Sumbing Raya, Mojosongo, Jebres, Surakarta.

Kisah Indonesia Imaji tidak dimulai dari kantor yang mengilap, melainkan dari sebuah komunitas literasi yang lahir pada 2017.

Selama tiga tahun, komunitas ini bergerak dari diskusi ke diskusi, sebelum akhirnya pada medio 2020 memutuskan bertransformasi menjadi penerbit sekaligus toko buku resmi berbadan hukum CV.

Perjalanan itu terasa relevan dengan romantisme banyak usaha kreatif di Indonesia: dimulai dari kecintaan pada satu hal, baru kemudian dibungkus jadi bisnis yang serius.

Keseriusan itu terlihat dari legalitasnya. Indonesia Imaji tercatat sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan nomor anggota 292/JTI/2021, dan setiap buku yang mereka terbitkan memiliki ISBN, baik untuk versi cetak maupun elektronik.

Bagi penulis pemula, dua hal ini penting: ISBN adalah “KTP” resmi sebuah buku di mata dunia perbukuan internasional, sementara status IKAPI menjadi jaminan bahwa penerbit menjalankan usahanya sesuai kode etik dan regulasi yang berlaku.

Membangun Ekosistem Digital

Menariknya, Indonesia Imaji tidak berhenti di buku cetak. Karya-karya terbitan mereka juga merambah pasar ebook lewat platform Bacabuku.com dan aplikasi Kubuku, milik PT Enam Kubuku Indonesia—salah satu penyedia ekosistem buku digital terbesar di Tanah Air.

Di sana, koleksi Indonesia Imaji tersebar dalam berbagai kategori, mulai manajemen, bahasa dan sastra, hukum, sosial, pertanian dan perkebunan, hingga pendidikan dan akuntansi.

BACA JUGA  Dosen Universitas Bojonegoro Terbitkan Buku Ajar Manajemen Pemasaran

Sebagian judulnya adalah kumpulan puisi personal, seperti antologi karya penulis muda yang mengangkat kisah cinta dan perjalanan emosional lewat lebih dari lima puluh puisi yang ditulis bertahun-tahun.

Untuk distribusi yang lebih luas, penjualan buku cetak juga dibantu lewat platform digital seperti Myedisireader, Shopee, dan TikTok Shop, selain penjualan luring melalui pengadaan dan berbagai kegiatan.

Setiap penulis pun bebeas memilih variasi tergantung paket penerbitan yang dipilih; mulai dari paket Bahagia, Kreatif, dan Idealis di mana penulis menanggung biaya produksi namun mendapat kebebasan menentukan royalti dan harga jual, hingga paket Mayor di mana penerbit yang menanggung biaya pracetak dan cetak dengan skema bagi hasil 50 persen dari keuntungan.

Katalog mereka pun tidak main-main jumlahnya: tercatat lebih dari seratus tiga puluh judul buku yang siap dipesan, mulai dari buku ajar akademik seperti “Akuntansi Sektor Publik” dan “Manajemen Strategi Bisnis,” hingga karya-karya yang lebih personal seperti kumpulan puisi “Nanti Ketika di Malang.”

Beri Panggung untuk Ilmuwan dan Praktisi Muda

Yang membuat Indonesia Imaji terasa unik dibanding penerbit indie kebanyakan adalah keberadaan dua platform jurnal ilmiah yang mereka kelola sendiri.

Pertama, ada DIGITIVE, jurnal yang berfokus pada bisnis digital, manajemen, dan akuntansi, terbit dua kali setahun setiap Januari dan Juli. Jurnal ini menjadi ruang bagi akademisi maupun praktisi untuk membahas topik-topik seperti transformasi digital UMKM, inovasi fintech, hingga perilaku konsumen di era e-commerce.

Tak tanggung-tanggung, edisi terbaru memuat riset lintas negara; termasuk studi dari peneliti Bangladesh mengenai adopsi pembayaran mobile di kalangan mahasiswa, berdampingan dengan riset lokal soal efektivitas ojek daring sebagai saluran promosi produk UMKM di Tuban.

BACA JUGA  Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital

Kedua, ada Repository CV Indonesia Imaji (RCII), semacam arsip digital yang secara berkala mendokumentasikan buku-buku ilmiah terbitan mereka. Baik DIGITIVE maupun RCII berjalan di atas sistem Open Journal Systems (OJS) yang lazim dipakai jurnal-jurnal akademik dunia, dan terindeks di Google Scholar, penanda bahwa karya-karya tersebut bisa dilacak dan dikutip oleh peneliti lain di seluruh dunia.

Wajah di Balik Nama

Di balik operasional itu, ada tim kecil yang dipimpin oleh Muhammad Luthfi Hamdani selaku direktur, dibantu tim editor, desainer sampul dan layout, hingga bagian operasional-keuangan serta pemasaran-distribusi.

Sementara di sisi penulis, deretan nama yang berkarya bersama Indonesia Imaji cukup beragam; mulai dari akademisi bergelar doktor di bidang hukum dan ekonomi syariah, dosen-dosen di berbagai perguruan tinggi, hingga penulis muda yang menuangkan puisi personal lewat nama pena, seperti “ni.koja,” gadis kelahiran Bogor yang mengumpulkan curahan hatinya di Instagram sebelum akhirnya menjadi buku.

Inspirasi di Balik Halaman

Ada semacam pesan yang konsisten muncul dari perjalanan Indonesia Imaji: menulis dan menerbitkan bukan lagi monopoli nama-nama besar atau kota metropolitan.

Dari sebuah kota di Jawa Tengah, sebuah komunitas kecil bisa tumbuh menjadi penerbit yang naskahnya menjangkau pembaca lintas platform, dari rak toko buku fisik, aplikasi ebook, sampai jurnal ilmiah yang diakses peneliti mancanegara.

Bagi siapa pun yang menyimpan naskah di laptop dan ragu untuk memulai, kisah ini barangkali jadi pengingat sederhana:

keabadian sebuah gagasan tidak ditentukan oleh seberapa besar nama penerbitnya, melainkan seberapa berani penulisnya melangkah untuk menerbitkan karya itu, dan seberapa telaten sebuah tim kecil menjaga agar karya tersebut sampai ke tangan pembaca yang tepat.

Tags: Indonesia ImajiPenerbit ImajiPenerbit Surakarta
SendShareTweetShare
Previous Post

15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

Next Post

Ragam Kebiasaan Sederhana yang Efektif Meredakan Kecemasan

Related Posts

Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital
EKONOMI-POLITIK

Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital

July 24, 2026
Dosen Universitas Bojonegoro Terbitkan Buku Ajar Manajemen Pemasaran
PENDIDIKAN

Dosen Universitas Bojonegoro Terbitkan Buku Ajar Manajemen Pemasaran

July 12, 2026
Next Post
Ragam Kebiasaan Sederhana yang Efektif Meredakan Kecemasan

Ragam Kebiasaan Sederhana yang Efektif Meredakan Kecemasan

BERITA POPULER

  • Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    Proyek Strategis Nasional Dipindah, Luka Tertinggal di Tanah Fakfak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Mahasiswa Unisri Terjun KKN di Desa Doyong Sragen, Siapkan Program Solutif untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen Prodi Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Undangan Menulis Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dan Manajemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi Karang Taruna Desa Beji; Beji Cup Series IV resmi digelar!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERBARU

PENDIDIKAN

Dosen Ilmu Komunikasi Terbitkan Buku Hukum Media Massa, Kupas Kebebasan Pers hingga Tantangan AI di Era Digital

July 28, 2026
EKONOMI-POLITIK

Ketika Transparansi Lembaga Zakat Diuji di Era Digital

July 24, 2026
EKONOMI-POLITIK

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

July 24, 2026
EKONOMI-POLITIK

Koperasi Desa Merah Putih di Tengah Pro dan Kontra, Saatnya Kembali Memahami Hakikat Koperasi

July 20, 2026
PENDIDIKAN

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

July 20, 2026

Portal berita imajinews.com merupakan media siber di bawah naungan Indonesia Imaji Group (SK Kemenkumham Nomor: AHU-0009010-AH.01.06 Tahun 2026). Kabar baik untuk Indonesia.

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan

Kontak Kami

imajinews@gmail.com

0851 5840 5844

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • KOLOM
    • OPINI
    • SASTRA
    • EDITORIAL
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI-POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • VIDEO

© 2026 Indonesia Imaji - All Right Reserved Imaji News.

Berita Eksklusif Terkini di Imaji News